Delima, Jum'at 27 Maret 2026 — Pemerintah Desa Delima Melaksanakan Peringatan Hari Jadi Desa Delima yang ke-14 Tahun Sekaligus Halal Bihalal . Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Desa Delima dan Mengundang Kurang Lebih 100 Orang Warga Dari Berbagai Unsur, .
Pelaksanaan Peringatan Hari Jadi Desa Delima yang ke-14 Tahun Sekaligus Halal Bihalal Posyandu ILP ini melibatkan Ketua BPD Beserta Anggota, Direktur Bumdes Beserta Staf dan Anggota , Pengawas Bumdes Beserta Anggota,Ketua TP.PKK Beserta Pengurus ,Ketua Karang Taruna ,Ketua Koperasi Merah Putih dan Anggota, Bidan Desa, Da'i Desa , Majelis Guru Paud, SD dan SMP, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama Serta Unsur yang Terkait.
Pukul 09.00 Wib acara di mulai dengan di Pandu pembawa acara Ibu SITI ROBIAH (kadus II) , acara di buka dengan bacaan bsamalah secara bersamaan , lalu di lanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Shalawat Busro di Pandu Oleh Kharisma ( Bunda Paud Mutiara Bunda).
selanjutnya pembacaan sejarah delima oleh Sekretaris desa delima bapak Solikhin ahmad ,
Sebelum menjadi Desa Definitif, Desa Delima adalah berupa hutan belantara hingga pada tahun Pada Tahun 1980 Ada 5 (Lima) Kepala Keluarga Yang Tinggal Di Penghujung Sungai Bram Itam Kiri Dan Lima Kepala Keluarga Itu Adalah ABDUL THOYIB,ABDUL RAHMAN, ABDUL MURAD, MAT TAHER , Dan HUSNI Karena Ada 5 (Lima) Kk Itu Maka Kampung Tersebut Di Sebut Kampung Lima, Dan Lebih Identik Di Sebut Delima.
Dan Pada Tahun 1997 Seiring Dengan Perkembangan Waktu Dan Bertambahnya Penduduk Di Kampung Tersebut Maka Kampung Tersebut Membentuk Rukun Tetangga Dengan Nomor Urut 16 Dan Menginduk Di Bawah Binaan Desa Bram Itam Kiri. Dan Juga membentuk Organisasi Tani /Kelompok Tani Dengan Nama Kelompok Tani Karya Delima, Dan Di Ketuai Oleh Abdul Thoyib, Sekretaris R.Hutagalung Dan Bendahara M Sani.
Namun Kelompok Tani Tersebut Kurang Berkembang, Dan Terjadilah Pro Kontra Terhadap Pengurus Dan Masyarakat Yang Pro Dengan Pak Oto/abdul toyib Dan Yang Pro Dengan Bapak Nyoto.
Masyarakat Yang Pro Dengan Pak Nyoto Mengklaim Kampunng Tersebut Ke Dalam Wilayah Desa Bram Itam Kanan, karena memang berada di aliran sungai bram itam kanan, Dan Di Pimpin Pak Nyoto Sebagai Koordinator Dusun Delima. Dan Kubu/kelompok Tersisih Dan Menyingkir, Kemudian Mencari Aliran Sungai Bram Itam Kiri Dan Membetuk Lagi Kampung Lagi Dengan Dasar Yang Sama dan berganti rukun tetangga/Rt 28 Dusun Bumi Ayu Desa Bram Itam Kiri Dan Kelompok Tani Yang Sama. Dengan Jumlah Anggota 125 Orang Dan Membuka Lahan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit.Pada Tahun 2008 Di Bawah Keputusan Bupati Tanjung Jabung Barat, Dusun Delima Dan Dusun Bumi Ayu secara adminitrasi Minginduk Ke Desa Purwodadi Dan Berada Di Bawah Binaan Desa Tersebut Dan Juga Sebagai Pemenuhan Syarat Pemekaran Kecamatan.
Dan Pada Tahun 2011, Berkat Rahmat Tuhan Yng Maha Esa Dan Perjuangan Bapak Hasan Basri Beserta Kawan Dan para Tokoh Masyarakat Yang ada Di Dusun Delima, Dalam Sidang Paripurna Di DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Dalam Wacana Pemekaran Desa Purwodadi, Maka Dusun Delima Layak Dan Mampu Untuk Mengurus Pemerintahan Sendiri Dan Menjadi Desa Yang Definitive Dan Menjadi Salah Satu Dari 9 Desa Yang Di Mekarkan Di Kecamatan Tebing Tinggi,dan pada tahun 2012-2015 Bapak Hasan Basri menjadi penjabat kepala desa dan kemudian pada tahun 2015-2016 di jabat oleh bapak kasrijal. Kemudian Pada tahun 2016 terpilih Bapak Suhono sebagai Kepala Desa definitive periode 2016-2022, kemudian di jabat lagi oleh bapak kasrijal selaku pejabat sementara pada tahun 2022,dan pada tahun 2022 hingga sekarang di jabat oleh bapak samino.
selanjutnya sambutan bapak SAMINO Selaku Kepala Desa Delima , kami selaku pemerintah desa mungkin ada tindakan maupun perilaku dalam pelayanan kepada masyarakat kurang memuaskan kami atas nama pemerintah desa delima mohon maaf lahir dan bathin yang sebesar-besarnya , terkhusus kepada para pendiri, para pencetus atau para penggagas yang alhamdulilah pada hari ini bisa berkumpul bersama,. saya mohon arahan binaan kritik dan sarannya untuk kemajuan desa kita ini. sebuah Daerah Bakal Maju apabila kita Menghargai Para Pejuang. peringatan tahun ini tidak dirayakan semeriah tahun-tahun lalu karena defisit anggaran Dana Desa berkurang 51 %, pemerintah desa belum bisa memberikan penghargaan, kami hanya bisa memberikan doa kepada pendiri selalu diberikan keselamatan ,panjang umur murah rezeki dan dijauhkan dari segala marabahaya.rapatkan barisan perkuat silaturahmi antar warga antar rt .
selanjutnya Do'a yang di Pimpin Oleh Bapak MUSTOFA, dilanjutkan dengan halal-bihalal (Bersalam-Salaman).